Sunday, January 18, 2015

// // 26 komentar

Pohon Tua dan Gadis Senja

Bagikan:

sumber: http://www.anneahira.com/pohon-kering.htm

Hari itu aku bertemu dengannya, gadis senja yang duduk bersandar pada pohon tua yang telah mati. Mata indahnya berkaca dengan air yang mengalir pada pipinya.

"Kenapa kau menangis disini?"

Dia diam sejenak sebelum menjawab pertanyaanku, "Dulu pohon ini sangat indah dengan daun yang rindang. Aku menyukai pohon ini, tempat kududuk dan beristirahat dengan tenang."

Dia sedih karena pohon tua itu, sungguh hal yang tak biasa untuk melihatnya. kemudian aku mencoba menghiburnya.

"Semua hal itu akan mati, begitu juga dengan pohon ini. Lihatlah, itu adalah pohon kecil, dia akan tumbuh menggantikan pohon yang telah mati ini. Jadi kau tak perlu besedih lagi."

Dia melihat ke arah pohon kecil yang kutunjuk, namun entah mengapa dia tetap bersedih.

"Aku tahu, tapi pohon itu tak akan sama. pohon tua ini telah menyimpan banyak kenanganku," ucap gadis itu kepadaku.

"Kenangan ya. Bagaimana kalau kau membuat kenangan baru bersamaku?"

"Eh, apa maksudmu?" tanyanya padaku.

"Ah, tidak ada. Aku hanya bercanda."

aku melihat dia lagi, sepertinya caraku salah untuk menghiburnya.

Kulihat hari sudah mulai gelap, aku kemudian berkata padanya, "hari sudah mau malam, kenapa kau tidak pulang? Aku akan mengantarmu jika kau mau."

"Tidak, aku ingin disini."

"Baiklah, maaf telah mengganggu."

Aku beranjak pergi meninggalkannya, sepertinya aku salah saat berusaha menghiburnya tadi. Bukan aku mau merayunya, hanya saja dia begitu cantik hingga kata itu keluar begitu saja.

Aku merasa bersalah namun entah kenapa aku sangat ingin bersamanya. Aku menoleh ke belakan untuk melihatnya lagi.

Dia masih disana namun sepertinya tak lagi menangis. Melihatnya lagi membuatku menyadari bahwa aku ingin lebih mengenalnya.

"Jika boleh, aku juga ingin membuat kenangan pada pohon tua itu. Jadi, besok aku akan datang lagi kemari."

Setelah mengucapkan itu, aku segera pergi. Dengan harapan dia akan disana, aku akan datang lagi ke pohon tua itu esok hari, lusa dan seterusnya.

gambar ini berasal dari anime tasagore otome/ gadis senja

Aku menepati janjiku, datang ke pohon tua yang telah mati itu. Namun kemana dia si gadis senja, aku tak melihatnya disana.

Mungkinkah karena salahku sebelumnya hingga dia tak datang.

Entahlah, namun aku akan menunggunya. Menunggu si gadis senja untuk datang ke pohon tua.

"Kemana kau gadis senja?Aku sudah disini di pohon kenanganmu."

***


Bertahun aku menunggu namun dia tak kunjung datang. Mungkinkah dia telah melupakan kenangannya tentang pohon tua ini atau mungkin dia hanya tak ingin melihatku.

Hari-hariku berubah menjadi duduk bersandar di pohon dari pagi hingga petang. Berharap dia akan datang untuk melihat kenangannya pada pohon itu. Sepertinya apa yang aku lakukan hanya sia-sia.

Tak hanya orang yang beranggapan aku gila dan aneh, tapi juga harapanku yang kunjung tak pasti.

Aku menunggu dan menunggu hingga suatu hari seorang wanita tua datang menghampiriku.

"Aku melihatmu setiap hari duduk bersandar di pohon ini, nak. Apa yang kau lakukan di sini?"

"Aku sedang menunggu seorang gadis yang kulihat saat senja waktu itu. Aku sangat ingin melihatnya. Dia mengatakan pohon ini adalah kenangannya jadi aku menunggunya disini."

"Gadis? Bukankah selama ini dia sudah di sampingmu."

"Hah, apa maksudmu, nek?"

"Gadis itu sudah beristirahat dengan tenang. Kau sudah menghapus kenangannya sejak kau selalu datang ke pohon ini."

"Tunggu dulu! Apa yang kau bicarakan, nek? Aku tak mengerti maksud perkataanmu."

"Seperti kataku tadi. Pergilah, kembali ke kehidupanmu yang biasa. Gadis itu tak ingin kau mengalami nasib sepertinya. Menunggu seseorang yang tak akan bisa kau lihat lagi."

Nenek itu kemudian pergi meninggalkanku setelah dia mengatakan hal tersebut.

Aku tak mengerti atau lebih tepatnya aku tak ingin mengerti tiap perkataannya. Aku hanya ingin menunggu gadis itu, meskipun harapanku itu tak menjadi nyata aku hanya ingin menunggunya. Menunggu hingga akhirnya dia datang kembali ke pohon ini.

-end-

26 comments:

  1. bagus. tapi alur dan akhir cerita bisa kutebak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gan.... ini emang mudah ditebak ceritanya

      Delete
  2. Gadis yang bersandar di pohon tua, akhirnya orang yang mencoba untuk bersamanya mengukir kenangan di pohon harus mengakui kalau dia sendiri, dia bukan gadis itu dan gadis itu hanya ingin mengukir kenangan dengan pohon, dia tidak mau ada yang lain. Jadi, jangan-jangan nenek itu si gadis :O

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nenek itu Ibunya si gadis. Makam gadis itu ada di sana hanya saja nggak dikasih batu nisan,

      Delete
  3. Kenapa, ya. Dari kemaren pake pohon terus di judul dan isi ceritanya? :D Alur hari sudah gelapnya juga. :D

    Ada makna tersendirikah? Atau karena terbesit saja. Ahhsudahlah.

    Wahhh, ternyata endingnya romantik banget. Syahlud gue. Rela menunggu meski ia telah pergi (gagal move on). Cinta emang punya cara sendiri buat kita bertanya-tanya hingga kita sendiri jadi bingung harus menjawabnya dari dulu. :D

    Semoga saja, gadis itu segera datang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan lagi ada event di grup yang pake tema pohon.

      Sayangnya si cewek nggak akan datang.

      Delete
  4. menunggu dan terus menunggu, menunggu seseorang yang telah lama hilang, walau hanya sedikit harapanya untuk hanya bisa bertemu dengannya #halahguengetikapaini. :D

    inti yang gue dapet dari cerita ini adalah, kesetian seorang lelaki yang terus menunggu cintanya, walaupun dia telah tiada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup...
      Entah kenapa kalimat atas kayak lagu ya.

      Delete
  5. seperti kemakan omongan sendiri ya, nyuruh si gadis ngilangin kenangannya malah dia sendiri ngenang si gadis. bagus Ara, tapi misterinya kurang greget :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...lemah di misteri.

      Saya perlu belajar.

      Delete
  6. Wow... akhir ceritanya bagus juga nih... tp harusnya endingnya lebih sedih lagi... Trus aku msh bingung, itu cewenya nunggu siapa? pacarnya atau siapa? trus cewenya matinya gimana? hehe... sorry aku banyak nanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia cuma pengen duduk di sana aja kok, sambil nginget temen dan semua yang dia sayangin.
      Matinya saya juga nggak tahu, saya nggak ikut ngelayat soalnya.

      Delete
  7. Sadisnya~
    cinta itu tidak buta, hanya membutakan.

    Padahal menunggu itu menyakitkan, tetapi masih saja dilakukan? Apakah itu cinta? Well entah~
    Macam-macam definis cinta itu. Seperti yang dialami oleh tokoh lelaki ini. Mungkin dia mengira cinta yang dia alami itu benar, sehingga rela menenggelamkan diri dalam perasaan cinta mati sama gadis senja itu.
    Dan akhirnya dia pun mengalami hal yang sama dengan gadis itu. Cinta mati. Cintanya telah mati bersama jasadnya.

    Ini kok malah bikin sekuelnya yak? :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau bikin sekuelnya ya gpp...
      Imajinasiku hanya sampe sini doang soalnya

      Cinta emang bisa membutakan orang...saya sedikit setuju.

      Delete
  8. Agak serem pas bacanya, kirain ceweknya itu hantu. Tapi ceweknya itu udah meninggal kan, terus maksudnya disampingmu itu jenazah ceweknya dikubur disekitar pohon kan?

    Kasihan cowoknya, mungkin bakal berkakhir sama kayak si cewek, nunggu tanpa kepastian dan akan berakhir sia-sia. Dan kalo ceritanya diterusin mungkin nanti ada cewek yang dateng, mau nungguin si cowok, eh cowoknya ilang, si cewek nungguin, ada cowok baru yang mau nunggu bareng si cewek, eh si cewek ilang. Gitu terus sampe semut bisa nyanyi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya emang saya niat bikin si cewek itu hantu.
      Iya, di dekat pohon.

      Ahaha....nggak ada habisnya, keterusan nunggu sampe kiamat.

      Delete
  9. Melihat sebuat coretan kata yang selalu mengundang makna kematian itu selalu membuat terharu. entah kenapa, tapi ya emang menyedihkan. segala sesuatu emang ga ada yang abadi. segala sesuatu hadir di kehidupan hanya untuk memberikan alasan kenapa mereka harus tergantikan. karena emang ga ada yang abadi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, segala sesuatunya emang nggak ada yang abadi.

      Delete
  10. Agak sedikit bingung dengan kata-kata dari wanita tua itu...?
    "Bukankah selama ini dia sudah di sampingmu?"
    "Kau sudah menghapus kenangannya sejak kau selalu datang ke pohon ini"

    Maksudnya apa yah...? he..he.., harap maklum....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu si cewek yang dia tunggu udah meninggal, makamnya ada di dekat pohon.

      Delete
    2. Oh.......

      Karena yang saya kira, sang gadis sudah meninggal dan selama ini arwahnya berada di samping pria itu, selalu mengikuti pria itu kemanapun dan nenek sepertinya dapat merasakan keberadaan sang gadis tepat di samping pria itu...

      Haduh..., malah jadi buat cerita sendiri...

      Delete
    3. yang seperti itu juga gk apa-apa kok.

      Saya buat cerita ini awalnya juga si cewek itu roh yang selalu duduk di pohon. nah si cowok yang berhasil nenangin dia sampe akhirya diia menghilang dari pohon. sementara si cowok terus datang ke sana.

      Delete
    4. Oh, cerita awalnya juga cukup bagus.

      Kalau boleh kasih saran, kayaknya lebih bagus kalau ending ceritanya di tambah, ya... misalnya: pria itu menunggu sang gadis senja di dekat pohon kenangan terus menerus hingga akhirnya dia beranjak tua. Tapi walaupun begitu dia tetap saja menunggu dan menunggu tanpa ada hasil yang pasti. Sang gadis senja selalu memperhatikan pria itu, dan karena gadis itu tidak tega melihatnya akhirnya gadis itu mendatanginya dalam wujud arwah, menyuruhnya untuk berhenti menunggu tanpa hasil.

      Atau bisa juga, si pria terus menerus menunggu hingga akhirnya dia juga meninggal di dekat pohon karena terlalu lama menunggu sang gadis. Dan setelah meninggal akhirnya arwah mereka berdua dapat saling bertemu.

      Tapi ini cuma dari saya saja...

      Tapi cerita di atas juga sudah bagus....

      Delete
    5. Sebenernya ini saya mau bikin open ending. jadi pembaca bisa memutuskan sendiri gimana endingnya.

      ini aja banyak pemikiran orang yang sudah sedikit berbeda dari apa yang saya tulis.

      Delete
    6. Ha..ha...., sepertinya para pembaca jadi ikut-ikutan buat endig ceritnya....

      Delete
    7. ya nggak masalah sih, karena tetap saya yang jadi penentu ceritanya mau kemana.

      Delete

Pengunjung yang baik selalu berkomentar yang baik dan relevan.
Terimakasih.

Back to top