Saturday, February 21, 2015

// // 11 komentar

Manekin

Bagikan:

Aku selalu berada disini, diam memandangi jalanan. Pria, wanita, anak-anak, hewan dan kendaraan selalu lewat di depanku. Mereka juga melihat ke arahku, namun tak permah menganggapku ada.

Para wanitalah yang sering melihatku namun mereka langsung pergi begitu saja. Hal itu terus kualami tiap harinya.

Sering aku mencoba untuk bicara dengan mereka.

"Jadilah temanku."

"Apa kau dengar?"

"Jangan pergi!"

Namun mereka tak mendengarku, suaraku tak pernah sampai pada mereka.

Malam hari selalu sepi, tak ada yang bisa kulihat. Orang-orang sudah meninggalkanku sendiri. Jadi aku hanya menunggu sampai malam berlalu.

Aku tak bisa mengeluh karena ini memang takdirku. Menjadi manekin yang terpajang dalam butik setiap harinya.



21022015. 10.35WIB

11 comments:

  1. Tokoh utama sebuah manekin emang menarik jika dikembangkan dalam cerita... lanjutkan..
    mapir jg y k www.gembulnita.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Tokoh utama sebuah manekin emang menarik jika dikembangkan dalam cerita... lanjutkan..
    mapir jg y k www.gembulnita.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Wah. Suka nulif FF juga, ya. Bagus bro.

    Kuncinya, kalo gue mau nulis kek gitu. Gue bakalan pake bahasa ringan aja. Biar bahasanya nyaman di baca.

    ReplyDelete
  4. wah keren! saya masih kesulitan bikin ff

    ReplyDelete
  5. Jadi kasihan dengan manekinnya, selalu hidup dalam kesunyian walaupun dia berada dalam keramaian....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, tetap diam meski banyak orang.

      Delete

Pengunjung yang baik selalu berkomentar yang baik dan relevan.
Terimakasih.

Back to top