Friday, May 15, 2015

// // 6 komentar

Ayah

Bagikan:


"Ayah, mau kemana?"

Pertanyaan polos itu langsung aku tanyakan begitu saja padanya. Dia hanya menjawab akan pergi sebentar lalu kemudian menyuruhku untuk tidur kembali.

Begitu polosnya, aku langsung mengikuti perintahnya itu. Dia menemaniku bahkan menyelimutiku saat hendak tertidur.

"Ayah, aku ingin bersamamu."

"Jangan khawatir, besok ayah akan menemani kemanapun kau mau."

Seharusnya aku tak mempercayai kata-kata itu. Seharusnya, aku bangun dan memaksa untuk ikut bersamanya.

Seharusnya dia tak meninggalkanku.

Mungkin hal yang menyakitkan bila ditinggalkan, aku tahu itu. Tapi ada hal yang lebih menyakitkanku, yaitu terbangun dari tidur dan melupakan wajah orang yang meninggalkanmu.

Setiap hari aku memikirkannya tetapi bukan alasan dia meninggalkanku.

Aku memikirkannya setiap waktu, seperti apa wajahnya dan kenangan seperti apa yang kuhabiskan bersamanya.

Ayah aku ingin tahu seperti apa dirimu saat itu.


-.end.-

6 comments:

  1. Replies
    1. ayahnya nggak pernah pulag sist

      Delete
    2. Mungkin aja sist...tiga kali lebaran nggak pulang

      Delete
  2. keren puisinya :) kata-katanya ringan. Maknanya tersampaikan

    *acungin jempol

    ReplyDelete

Pengunjung yang baik selalu berkomentar yang baik dan relevan.
Terimakasih.

Back to top