Tuesday, June 9, 2015

// // 24 komentar

#9 - Kenangan

Bagikan:

== Kenangan ==
Oleh: Ara

https://blog.djarumbeasiswaplus.org/derryaulia/tag/djarum/


Tuhan, kuterima suratan yang engkau beri
Menatap jauh dalam lamunan lembayung senja
Terlukis senyum pada kenangan itu
Kenangan dia yang engkau bawa
Lebih lama, merasakannya lebih lama saat ini
Senyumnya, tawanya, candanya
lebih lama ingin kurasakan
Namun gelap itu datang bersamaan hujan yang membasahi diriku
Kau telah membawanya

Aku tahu usia, tapi
Aku ingin kau membawaku
Bersamanya
Aku tahu, tapi adilkah jika hanya aku
bisakah kau tak membawanya

Aku bersiap menutup hari
Menemui dia dan menghadap padamu
Namun angin dan ombak beteriak padaku, bangun!
Menyadarkanku, membawaku jauh dari kenangan
kembali pada dunia yang kutinggali
Dunia bukan hanya kau sendiri
Kenangan hanya akan di dalam hati
Biarkan dia pergi
Kau tak harus membawa dia dalam kepalamu
Biarkan tuhan memilih jalanmu
Percayalah
Lagi kudengar teriakan itu
Membangunkanku pada lembayung senja ini

Tuhan, kuterima suratan yang kau beri
Haruskah aku merangkai itu di bibirku

******
[Palembang, 14092014]
-----====================================================================-----
Hari kesembilan dari ajakan #NulisRandom2015

Puisi ini pernah saya ikutkan untuk sebuah event di grup facebook.
Sayang banget saya dikeluarkan dari grup karena dianggap tidak aktif, padahal masih banyak ilmu yang ingin saya pelajari di sana.

24 comments:

  1. Saya Mas, paling nggak jago nulis puisi, tapi kok orang-orang pada bisa ya??! Biasanya puisi itu dari pengalaman pribadinya ya?? Kalau Mas Ara sendiri gimana??

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sih dari imjinasi yang saya dapet melli gambar

      Delete
  2. Ini puisi yaa mas :)
    bagus juga kata-katanya :)
    di jadiin lagu boleh tuh, tapi lagu mellow jangan rock *bukan rock mini yaa* hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya puisi

      nggak bisa bikin lagu aku gan

      Delete
  3. Waaah puisinya bagus kok dikeluarkan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya nggak aktif di grupnya... makanya dikeluarin

      Delete
  4. Keren bang puisinya, cieeh gitu bisa bikin puisi. Aku bukan pujangga jadi nggak bisa nulis puisi. Heheh, apaan.

    Tapi untuk menangkap maknanya sih paham, ceritanya kayak seseorang yang akan dipanggil oleh Tuhan, tapi yang akan dipanggil ini gak ikhlas karena dia merindukan seseorang. Hehe CMIIW ya gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. dia cuma nggak terima takdir tuhan yang misahin dia sama kekasihnya
      dan berniat buat mati juga nyusul si kekasih

      Delete
  5. Gk aktif di grup dan pas udh buat puisi, malah dikeluarkan. Grup macam apa tu.

    Harusnya buat kebijakan, atau konfirmasi dulu. Ilmukan klo dibahi gk akan habis.

    Puisinya bagus kok. Semoga makin mengoyak2 pembaca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya ini saya buat duluan pangeran, udah itu nggk aktif dan jarang main ke sana. kata pengurusnya sih kebijakan buat yang bener-bener serius sama dunia kepenulisan. grupnya sekarang khusus ubtuk yang diundang aja kayaknya

      Delete
  6. menerima semua yang diberikan tuhan. bersyukur memang perlu. wah.. wong kito galo :D
    salam pempek telor

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahah
      salam pempek

      iya gan, harus ikhlas sama ketentuan tuhan

      Delete
  7. Eh? ini postingan tgl 9 juni yah? kyaknya aku prnah baca ini.. tapi lupa komen. Haha..

    Bingung klo puisi mau komen apa.. Aku gak ngrti puisi soalnya.. Coba deh ya aku tebak ala2 mnjawab soal bhs Indonesia: latarnya pasti dipantai, suasananya sedih? apa bkan? suasana nih yg sering salah. wkwk *lah knapa jd bahas soal b.indo?*

    Puisi ini psti brcerita tntg seseorang yg ditinggal prgi kekasih/org tersayangnya ya? Terua dia susah move on gitu.. Bener gak? kalo salah lg brrti aku remed dong-___-haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, susah move on
      dan juga berniat buat mati dengn nengelamin diri ke laut
      tapi akhirnya dia sadar sendiri gitu

      Delete
  8. puisi itu bagaikan jeritan hati. bisa keluar tidak cuman karena materi. tetapi harus pelan pelan dari dalam diri sendiri. kalau nggak ada ide buat nulis puisi sampai harus dikeluarin gegara nggak aktif jiaaaaaah -_____-.
    btw puisinya bagus. gas terus!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, yang punya grup bilangnya hanya butuh sama mereka yang serius dalam duania kepenulisan soalnya

      Delete
  9. Sama kayak Lulu, bingung mau komen apa,,, gak ngerti puisi juga. Tapi sebagai orang awam, saya jadi kebawa suasana senja di pantai. Apalagi di tambah gambarnya juga.

    Jadi ttg susah move on ya... Apakah ini curhat terselubung penulis?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak lah mas
      ini murni ide dan imajinasi doang kok

      Delete
  10. Gue nggak bisa terlalu banyak komen soal puisi. Soalnya gue bukan pujangga :D. Menurut gue keren puisinya. Diksinya bagus. Feelnya juga dapet. Cowok yang bisa nulis puisi gini, biasanya bisa bikin cewek klepek-klepek nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha
      maunya sih gitu bikin klepek-klepek
      tpi ya

      gitulah tetap jomblo gini

      Delete
  11. Cie cie cieee nulis post ini waktu lagi patah se patah patahnya ya? Puitis banget. hahahah

    Yaudah lah ya, let it go ajaa. Tapi tunggu dulu, menghadap padamu itu maksudnya meninggal kah? Yang sabar ya u,u

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, si keksaih udah meninggal mas

      ahh,, janganlah sampe kejadian di saya
      semoga cuma jadi puisi doang

      Delete

Pengunjung yang baik selalu berkomentar yang baik dan relevan.
Terimakasih.

Back to top