Monday, September 15, 2014

// // 22 komentar

Aku Sang Garuda

Bagikan:


Sumber gambar



Matahari bersinar dengan indahnya menerangi bumi pagi hari ini. Sinarnya menghapus semua kegelapan di langit. Meski matahari bersinar menghangatkan bumi tapi udara dingin masih kurasakan, memaksaku bangun dari tidurku.

“Ahkk...sudah pagi.”

“Ah...aku terlambat, ayah pasti sudah menungguku di sana.”

Aku bangun, sedikit membersihkan tubuhku lalu pergi ke tempat ayah berada. Hari ini aku akan latihan bersama ayah, katanya latihan ini sebagai tanda kedewasaanku.

Aku sampai di sana, di tempat yang sudah ayah katakan padaku kemarin sore. Sebuah tebing tinggi di area pegunungan tempat tinggalku, di sanalah aku akan berlatih bersamanya.

“Kau sudah sampai, sepertinya tidurmu nyenyak, Hill.”

“Maaf aku terlambat ayah.”

“Tak perlu cemas, apa kau sudah siap memulai latihanmu.”

“Tentu!”

Aku segera mendekat kepada ayah, dia membawaku ke pinggiran tebing. Sisi tebing itu adalah sebuah jurang besr dengan batu tajam yang akan membunuhmu jika kau terjatuh.

Aku melihat ke bawah tebing, kengerian timbul dihatiku saat ini. lalu, aku merasakan sesuatu mendorongku, bukan – ini ayah yang mendorongku menuju jurang itu.

Aku jatuh.

Aku akan jatuh dan mati menghantam batu-batu di jurang.

Aku melihat ke bawah, aku ketakutan, tubuhku tak bisa aku gerakan, aku akan mati.

Kurasakan angin yang kencang mengenai tubuhku dari dasar jurang, itu angin yang kencang hingga membuatku memjamkan mata. Lalu aku mengingat ayah, dia bicara padaku tentang siapa aku, tentang siapa kami tentang segala hal di dunia ini.

Aku mengingatnya, kata-kata dari ayah.

“Kita adalah bangsa yang paling mulia, kita bangsa yang paling disegani dan paling tangguh. Tak ada ketakutan dalam diri kita, keadaan apapun tak kan membuat kita menyerah. Kuatkan diri dan hatimu, bersemangatlah dan banggalah karena kau lahir di dalam bangsa yang hebat. Jika kau lakukan itu maka kau akan mampu terbang bebas di langit.”

Ya, benar! Aku kemari untuk latihan, hal ini tak kan membuatku ketakutan. Aku tak kan menyerah dan aku akan mengerahkan seluruh semangat dan kemampuanku.

Aku lebarkan kedua lenganku, sayap yang besar mengembang diterpa angin yang kencang.

Aku pasti bisa.

Aku akan terbang di langit, aku akan meraih angkasa. Karena aku lahir di dalam bangsa yang hebat, karena aku sang garuda.

Fushhh...

kukepakkan kedua sayapku, lalu meluncur mengikuti arah angin. Sekuat tenaga sayap ini aku kembangkan hingga akhirnya aku terbang di angkasa.

Aku berhasil, aku telah terbang di langit yang luas ini.

“Selamat nak, kau berhasil. Sekarang ikut ayah mengelilingi langit hari ini.”

“Terima kasih ayah! Tapi mau kemana kita?”

“Mengelilingi angkasa ini.”

Aku mengikuti ayah, mengelilingi langit ini, menjelajahi pulau ke pulau yang ada di sekitar kami, menjelajahi angkasa.

Aku adalah bangsa paling tangguh yang menjelajahi langit dengan sayap kami. Aku bangga menjadi garuda.

Palembang, 13 agustus 2014

22 comments:

  1. Wiih keren gan... ditunggu karya yang berikutnya :v

    ReplyDelete
  2. Aku adalah bangsa paling kokoh. Selalu, deh. ada pesan moral yang tesematkan di sini. Tjakep pokoknya.

    Semakin hari, gue semakin nyaman baca tulisanmu bro. Cuman saran, coba tambahkan deskripsi yang ringan. Arinya, membuat pembaca ada di tempat yg sedang dirimu bayangkan.

    Untuk semuanya bagus. Tetep konsisten kasi pesan moralnya. Ada kata yg kurang lengkap, tu. Bukan typo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih.

      Saya kayaknya terlalu ngikutin konsep flashfic yang ringkas jadi selalu terlewat sama deskripsi cerita. Tapi nanti akan kucoba lagi sampai bisa lebih baik.

      Delete
  3. Kita adalah bangsa yang kuat, kita adalah bangsa yang tanggu,. tak gentar walau kadang ketakutan menghadang, kita bisa kalahkan rasa ketakutan itu dengan keberanian.. terbanglah sang garuda.. Merdeka
    .
    kok sangat bersemangat yaa setelag gue bacanya, terima kasih bang ceritanya sangat mengugah semangat anak bangsa, terus berkarya yaa bang buat tanah tercinta Indonesia :) merdekaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, terimakasih gan. Berarti saya udah mulai bisa membangun nilai dalam cerita ini.

      Merdeka juga. hihihih...

      Delete
  4. Setelah baca ini gue langsung berimajinasi bang. Berimajinasi seperti apa gambaran sang garuda. betapa gagah dan kuatnya, dengan sayapnya yang mengembang lebar. Apalagi paruh yang tajam yang siap untuk mencabik-cabik seseorang yang berani mengganggunya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paruhnya jangan dipake buat nyabik-nyabik orang gan.
      Pake buat makan aja.

      Delete
  5. Ketika gue bacanya, gue langsung bisa berimajinasi menjadi burung garuda dan terbang mencapai langit tertinggi. deskripsi cerita garuda yang terbang ke angkasa, ada pesan moral yang tersiratm dan harus semangat, jangan pernah takit kalau untuk terbang lebih tinggin dan menggapai cita-cita kita setinggi langit. good.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gan....saya emang naruh nilai-nilai yang seperti itu dalam cerita ini.

      Delete
  6. Ayah garuda mengajarkan pada kita bahwa kita tdk boleh takut dg rintangan yg ada di depan kita. Kini sang garuda kecil pun bisa terbang bebas mengelilingi angkasa. Bagus ceritanya. Ada nilai moril nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sis, tapi agak kejem ya si ayahnya.

      Delete
  7. keren ceritanya, saya jadi membayangkan seolah-olah saya burung garuda, karena sudut pandangnya. Alur ceritanya keren, endingnya nendang, mantap :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, padahal awalnya saya nggak yakin sama sudut pandang cerita ini.

      Delete
  8. Keren ceritanya nih. Punya pesan moral yang dalam. Mengajarkan kita untuk berani dalam menghadapi segala rintangan.
    Ayah garuda memang hebat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gan...
      Ini juga untuk nunjukin kita juga Garuda yang pantang menyerah.

      Delete
  9. Mantab bet ceritanya.... pas awal2 ku kira manusia, eh ternyata burung garuda toh... walaupun aku tau judulnya sih, hehe... ditunggu cerita selanjutnya...

    ReplyDelete
  10. aku adalah tofik udah gitu ajah..

    keren nih, kalau lebih di perpanjang lagi kayaknya keren bro. gue menangkap apa yang lo ceritakan. terusin deh karya lo. bagus tuh bagus banget.

    garuda memang kokoh, tapi mungkin sekarang garuda sedang mengikuti banteng bermoncong putih ;))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gan, sekarang garudanya lagi terpuruk banget.

      Delete
  11. kerenn... siple tapi pesannya penuh makna... bikin lagi ya... yang banyak ^^

    ReplyDelete

Pengunjung yang baik selalu berkomentar yang baik dan relevan.
Terimakasih.

Back to top