Prompt #83 - Keberangkatan

Aku benci melakukannya tapi aku harus pergi

Maaf, berat bagiku untuk mengucapkan selamat tinggal. Karena rasanya akan sepi hingga mungkin aku bisa mati. Banyak waktu kuhabiskan seperti bermain-main hingga memberi kesedihan padamu. Maaf, sudah saatnya aku pergi untuk memenuhi mimpiku. Meski aku sangat benci untuk meninggalkanmu.

Tapi kau harus tahu, kemanapun aku pergi hanya memikirkan dirimu. Setiap kata dan nyanyian yang aku ucap hanyalah untukmu. Dan kau tahu, saat aku kembali aku akan memakaikan cincin pernikahan untukmu. Yakinlah hari itu akan datang ketika kau tak sendiri, aku tak sendiri.

Jadi tersenyumlah dan tunggu aku hingga kembali. Meski aku tak tahu kapan aku kan kembali tapi yakinlah pada hari itu. Hari dimana kita akan bersama.



Aku mengingat kembali kata-kata yang aku tulis untuk kekasihku. Kini, di dalam kabin pesawat aku menunggu waktu untuk keberangkatanku bersama yang rekanku lainnya. Aku bisa mendengar operator dari menara komunikasi menghitung  waktu keberangkatanku.

“3 ... 2 ... 1, go!”

Suara gemuruh bergema ke seluruh tempat, kapten pesawatku mulai memberangkatkan pesawat. Dari kabin pesawat, aku bisa melihat kami meninggalkan bumi. Dari kabin pesawat ini aku melihat angkasa bersama rekanku yang lainnya.  Aku berharap kesuksesan pada pesawat ulang-alik ini untuk menjelajahi angkasa. Agar aku bisa kembali memenuhi janji pada kekasihku.


Cerita ini terinspirasi dari lagu  Leaving on a jet plane.

ini lagunya;
 

Postingan Populer